Penasihat TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Romahurmuziy,
Negaratoto -- Penasihat Tim Kampanye Nasional (TKN) -Ma'ruf Amin, Romahurmuziy, menilai pasangan calon jagoannya unggul 3-1 dari -Sandiaga Uno di perdana capres-cawapres 2019 pada Kamis.
"Tentang gender dihubungkan dengan komitmen Prabowo dalam kepengurusan partainya ternyata tidak seisi dengan visi-misinya," kata Romi di Hotel Bidakara, Jakarta
Kedua, Romi mengatakan Jokowi menang dari Prabowo saat membicarakan isu korupsi. Menurut Romi, komitmen anti-korupsi Prabowo berbanding terbalik dengan Partai Gerindra yang banyak mencalonkan eks terpidana korupsi dalam pileg.
Terakhir, Romi menyatakan Jokowi menang dari Prabowo soal isu kepastian hukum. Ia menilai Prabowo kalah karena saat menanyakan kepastian hukum, Sandiaga Uno malah menjawab terkait isu ekonomi.
"Ketika ditanya kepastian hukum, selalu dijawab ekonomi oleh Sandi. Saya kira masyarakat enggak perlu bingung untuk pilih siapa lagi," kata dia.
"Ketika menyinggung impor pangan. Di situ Pak Jokowi harusnya menyampaikan perbedaan di antara menteri adalah hal yang biasa yang lain memang masalah waktu yang belum disampaikan dengan tuntas," katanya.
Read more ...
Negaratoto -- Penasihat Tim Kampanye Nasional (TKN) -Ma'ruf Amin, Romahurmuziy, menilai pasangan calon jagoannya unggul 3-1 dari -Sandiaga Uno di perdana capres-cawapres 2019 pada Kamis.
"Tentang gender dihubungkan dengan komitmen Prabowo dalam kepengurusan partainya ternyata tidak seisi dengan visi-misinya," kata Romi di Hotel Bidakara, Jakarta
Kedua, Romi mengatakan Jokowi menang dari Prabowo saat membicarakan isu korupsi. Menurut Romi, komitmen anti-korupsi Prabowo berbanding terbalik dengan Partai Gerindra yang banyak mencalonkan eks terpidana korupsi dalam pileg.
Terakhir, Romi menyatakan Jokowi menang dari Prabowo soal isu kepastian hukum. Ia menilai Prabowo kalah karena saat menanyakan kepastian hukum, Sandiaga Uno malah menjawab terkait isu ekonomi.
"Ketika ditanya kepastian hukum, selalu dijawab ekonomi oleh Sandi. Saya kira masyarakat enggak perlu bingung untuk pilih siapa lagi," kata dia.
"Ketika menyinggung impor pangan. Di situ Pak Jokowi harusnya menyampaikan perbedaan di antara menteri adalah hal yang biasa yang lain memang masalah waktu yang belum disampaikan dengan tuntas," katanya.